InformasiSmart TravellerTravelTrend

5 Destinasi Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi

Banyuwangi merupakan kota yang terletak di ujung paling Timur pulau Jawa. Mayoritas penduduk lokal Banyuwangi adalah suku Osing, Jawa dan lainnya. Di bulan Agustus kemarin kota Banyuwangi di gegerkan dengan KKN desa penari dengan cerita horor nya yang sangat menyeramkan. Perlu di ketahui bahwa Banyuwangi tidak identik dengan horor nya saja tetapi Banyuwangi juga memiliki banyak destinasi wisata yang bagus dan indah yang masih belum diketahui banyak wisatawan dari luar Banyuwangi. Destinasi wisata tersebut seperti Gunung, Alam, Pantai dan lainnya. Ada banyak destinasi wisata di Banyuwangi yang wajib dikunjungi.

Berikut 5 destinasi wisata di Banyuwangi yang wajib dikunjungi:

1. Teluk Hijau

Surga tersembunyi yang dimiliki Banyuwangi ini sanagatlah menarik, Teluk Hijau dikelilingi hutan tropis dengan keindahan laut berwarna hijau dan pasir putih disepanjang pesisir pantai. Teluk hijau berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, jarak tempuh sekitar 2 jam dari pusat kota Banyuwangi. Tepatnya berada di kawasan Desa Sarongan Pesanggaran, Banyuwangi.

Dinamakan Teluk Hijau dikarenakan pantai ini saat pagi hingga sore hari air laut di pantai ini berwarna hijau. Hal ini diakibatkan karena biota laut yang hidup di dasar seperti gangga hijau, sehingga air laut berwarna hijau akibat pantulan sinar matahari.

Teluk Hijau juga mempunyai detinasi wisata lainnya yakni Air Terjun Pelangi dan bunga langka yang terkenal, yaitu Raflesia Arnoldi. Kemudian juga ada Goa Jepang yang menjadi destinasi wisata, tempat ini adalah markas persembunyian para tentara saat berlangsung perang dunia II. Kemudian di Pantai Teluk hijau ini juga berdampingan dengan pantai batu “stone beach”, Pantai ini hanya dibatasi oleh sebuah bukit kecil yang memisahkan pesisir pantai berpasir dan berbatu.

Untuk mencapai pantai ini, ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui jalur darat dengan melewati jalan setapak dan perbukitan dan jalur laut dengan melewati Pantai Rajegwesi dengan menggunakan beberapa perahu nelayan yang di sewakan untuk menuju Teluk Hijau.

2. Kawah Ijen

Keindahan Kawah Ijen dengan fenomena alam yang mendunia tidak terbantahkan. Api Biru menjadi salah satu daya tarik utama dari Kawah Ijen. Kawah Ijen memiliki danau kawah asam terbesar di dunia dengan kedalaman hingga 200 meter seluas 5.466 hektar.

Hal yang dapat kita ketahui juga di Kawah Ijen yaitu para penambang yang dimana mereka bekerja mencari, mengambil belerang di bibir kawah dan membawanya ke puncak kemudian dipindahkan ke troli untuk di bawa turun ke penambungan.

Kawah Ijen jarak tempuhnya sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Banyuwangi ke pos pemberhentian terakhir yakni paltuding, dari sini pendakian di mulai melewati jalan setapak dengan kemiringan bervariasi. Dari pos Paltuding menuju puncak perjalanan membutuhkan estimasi waktu tempuh 1-3 jam perjalanan.  Dianjurkan untuk pendaki dimulai di pukul 01.00 – 02.00 pagi.

3. Air Terjun Jagir

Destinasi air terjun terdekat dari pusat kota Banyuwangi ini, berada di desa kampung anyar 10 km dari pusat kota Banyuwangi ke arah barat. Pesona air terjun dengan udara yang sangat sejuk dan pemandangannya yang sangat indah. Di Air Terjun Jagir ini juga memiliki panorama yang cukup beragam.

Air Terjun Jagir berada di bawah perkampungan warga desa kampung anyar, untuk menuju air terjun ini harus menuruni beberapa anak tangga kemudian dari beberapa titik anak tangga wisatawan bisa menikmati pepohonan tropis dan air terjun dari ketinggian. Dari sisi Barat akan di suguhkan pemandangan bebatuan tebing yang sangat indah.

Air Terjun jagir berada di Dusun Kampung Anyar, Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah- Banyuwangi. Berjarak sekitar 30 menit dari kota Banyuwangi.

4. Desa Kemiren

Desa Kemiren adalah salah satu Desa Adat di Banyuwangi. Desa Kemiren terkenal dengan kebudayaan Osing yang kental, dimana pemerintah pun menetapkan sebagai cagar budaya dan pengembangan Desa Wisata Suku Osing.

Di Desa Kemiren mempunyai ciri khas yang dimana salah satunya bisa dilihat dari cara mereka bercocok tanam. Masyarakat desa Kemiren menggelar tradisi selamatan sejak menanam benih, saat padi mulai berisi, hingga panen. Saat masa panen tiba, petani biasa menggelar suatu pertujunkan diiringi tabuhan angklung dan gendang yang dimainkan di pematang-pematang sawah. Saat proses menumbuk padi pun, para wanita memainkan tradisi Gedhogan, yakni proses memukul-mukul lesung dan alu sehingga menimbulkan bunyi layaknya musik instrumental. Desa Kemiren merupakan salah satu obyek wisata budaya yang ada di Banyuwangi. Wisawatan mancanegara juga sudah ada yg mengunjungi desa ini.

Desa wisata ini terletak di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Berjarak sekitar 15 menit dari kota Banyuwangi.

5. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran atau juga lebih di kenal dengan julukannya “Little Africa In Java” dikarenakan pesonanya yang luar biasa indahnya dan disuguhkan dengan berbagai macam konservasi dan hewan-hewan alam. Taman Nasional Baluran adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai beragam ekosistem.

Saat mengunjungi Taman Nasional Baluran wisatawan akan melihat hitam musim saat setelah melewati pos penjagaan. Dimaksud dengan hutan musim adalah hutan ini akan berubah-berubah sesuai dengan musimnya,

Misalkan saat musim penghujan, wisatawan akan disuguhkan pesona hijaunya pepohonan dan sebaliknya jika wisatawan datang pada saat musim kemarau, wisatawan akan melihat hutan dengan kondisi gersang, pepohonan berwarna coklat dengan dedaunan yang seakan rontok.

Setelah kurang lebih sejauh 5 km menyusuri hutan musim selanjutnya wisatawan akan menuju hutan evergreen, berbeda dengan hutan musim dimana hutan disini dalam kondisi subur setiap hari. Tanah di hutan ini memang cukup subur. Disini ada sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan, itulah sebabnya, mengapa kawasan hutan ini lebih terbilang hijau esoktis dari pada hutan musim.

Setelah kurang lebih sejauh 3 km menyusuri hutan evergreen selanjutnya wisatawan akan menuju hutan padang savana, dimana hutan Padang Savana inilah yang dijuluki dengan little Africa. Dimana, kawasan ini memiliki 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan ini wisatawan akan disuguhi padang rumput serta pemandangan gunung nan esoktis. Hutan Padang Savana hampir sama dengan hutan musim dikarenakan saat musim penghujan, kawasan ini memiliki pesona hijau nan menawan. Biasanya, di saat musim penghujan ada banyak hewan yang bisa dilihat oleh wisatawan seperti rusa yang sedang makan rerumputan.

Setelah menyusuri hutan Padang Savana selanjutnya wisatawan akan menuju Pantai Bama, ini adalah kawasan terakhir dari Taman Nasional Baluran. Pantai ini sangat sepi dan begitu nikmat dijadikan sebagai titik final dari petualangan di Taman Nasional Baluran. Tetapi, ada satu hal yang harus diperhatikan disini, yaitu banyak sekali kawanan kera ekor panjang. Wisatawan dianjurkan berhati -hati saat membawa makanan dari luar dikaranekan mereka akan mengincar makanan.

Taman Nasional Baluran berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur. Berjarak sekitar 30 menit dari kota Banyuwangi.

Dalam berwisata dan mengunjungi sebuah destinasi wisata juga sangat amat diperlukan untuk merencanakan akomodasi, tidak usah bingung untuk mencari akomodasi, Hoterip.com siap membantu wisatawan dengan akomodasi terbaik di Bali maupun luar Bali. Gratis jalan-jalan keliling Bali hanya dengan booking hotel di Hoterip.com!

Ingat Liburan, Ingat Hoterip.com!

7 total views, 1 today's views
Sharing is Caring!

Comment here